Thursday, 29 January 2015

Senyum Pelanggan :)



Kalimat di atas entah kenapa mengingatkan aku dengan resume yang pernah aku buat setelah aku ikut seminar “Senyum Pelanggan Indonesia”  pada Hari Pelanggan Nasional tanggal 4 September 2014 yang lalu di Balai Sarbini. When I send this resume to my boss, he told me that it's authentic comment yang selanjutnya bisa mulai diterapkan dari diri sendiri dan disebarkan ke karyawan lain untuk diaplikasikan secara meluas. Dan kayanya ngga ada salahnya kalau aku share juga disini, hopefully ini bisa bermanfaat bukan hanya untuk kalian yang bekerja di bidang jasa yang customer oriented, tapi juga dalam hal melayani orang lain dalam konteksnya sebagai manusia di lingkungan sosial.


And that's my resume (dengan beberapa modifikasi supaya bahasanya lebih enak dibaca) :p


Berbicara mengenai pelanggan, yang akan ada di dalam benak adalah manusia dengan berbagai macam karakter yang unique dan berbeda-beda, dan yang pada intinya ingin dilayani. Aku bisa bilang gitu, karena berkaca pada diri sendiri yang juga merupakan bagian dari pelanggan. Yang akan kesal ketika dilayani dengan ngga ramah atau jutek sama petugasnya, atau ketika nanya ke mba-mba atau mas-masnya mereka menjawab ala kadarnya dan sama sekali ngga informatif dan ngga memberikan solusi yang kita butuhkan ketika kita mau membeli sesuatu.

Jadi menurut aku, ketika kita berada dalam posisi atau point of view as a company, sudah seharusnya kita kembali ingat pas kita sedang ada dalam posisi pelanggan. The point is we have to be empathy with other people, yaitu bagaimana kita mencoba memposisikan diri kita di posisi orang lain. Sepengalaman aku yang dulunya kuliah di Psikologi, hampir di seluruh mata kuliah pasti ada deh pembahasan mengenai empathy ini, karena semakin kesini aku merasa bahwa 'sense to put ourselves in other's people shoes' itu sangat dibutuhkan untuk membuat interaksi dan hubungan orang lain menjadi lebih baik. Kadang-kadang ada orang yang dengan mudahnya comment negatif mengenai orang lain tanpa kita sadar kalau kita ada di posisi orang tersebut pastinya ngga mau kan ketika mendapat perlakuan seperti itu, atau kita bisa mudah menjudge si X seperti ini atau seperti itu padahal kita ngga tahu bahwa pasti banyak faktor dan hal-hal yang melatarbelakangi yang akhirnya membentuk si X menjadi pribadi yang berperilaku atau berkepribadian seperti itu.

Okay back to the topic about consumer :)
Company yang bergerak di bidang consumer goods pasti ngga akan pernah terlepas dari pengguna atau konsumennya, karena mereka lah sumber utama penghasilan perusahaan. Oleh karena itu, pelanggan juga harus dimaintain, sometimes kita hanya berpikir untuk mencari pelanggan baru sebanyak-banyaknya, tanpa menyadari bahwa pelanggan yang lama juga harus diberikan pelayanan terbaik karena loyal customer yang puas akan pelayanan perusahaan akan dengan senang hati mempromosikan jasa atau produk yang ia gunakan dan kemudian dapat membantu perusahaan tersebut untuk menjaring customer baru.

Pelanggan adalah raja, adalah konsep yang paling sering kita dengar, karena seorang raja adalah seseorang yang harus dilayani dan tidak akan berani kita bantah. But nowadays I think consumer bukan hanya sekedar ingin dilayani, tapi juga haus akan informasi, edukasi, maupun added value yang bisa didapatkan ketika menggunakan suatu produk atau jasa. Jadi, sudah tugas kita lah untuk berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Ada kalanya ketika kita memandang pelanggan sebagai raja, akan ada saat dimana kita berpikir bahwa kita berada di posisi yang lebih rendah dari orang yang kita layani, dan terkadang hal itu membuat kita malu dan merasa kecil, padahal jika kita ingat bahwa Tuhan yang Maha Mulia selalu berusaha untuk melayani hambanya, jadi untuk manusia biasa seperti kita kenapa harus malu atau merasa rendah diri ketika melayani orang lain.

Tapiii, ya kita tahu bahwa sebagai manusia biasa yang ngga luput dari salah dan dosa (hehehe) akan ada saatnya kita tidak berada dalam kondisi terbaik ketika memberikan pelayanan terhadap orang lain, ada saatnya kita merasa bosan dengan rutinitas yang kita jalankan, atau ketika kita sedang ada masalah yang membuat kita jadi kepikiran. Terkadang juga ada pelanggan yang terasa demanding banget, ngga mau berusaha mencari tahu terlebih dahulu, atau rasanya kita udah tulis informasinya sehingga dia bisa baca, tapi tetep aja nanya :p Jadi kuncinya adalah berusahalah untuk lebih toleransi dengan berbagai macam karakter yang ada dan jangan malah bersikap kasar atau cuek karena kembali kepada point emphaty yang sudah aku jabarkan sebelumnya, kalau kita lagi kesel dan lagi ga sabar, coba inget lagi yuk gimana rasanya ketika kita diperlakukan dengan tidak baik ketika berada dalam posisi pelanggan, ngga enak kan pastinya hihi..

So, start from the simple thing, smile and try to be a good friend to your consumer, fill your mind and heart with positive energy. I always remind myself untuk berpikir bahwa pekerjaan terutama di dunia marketing bukan hanya sekedar transaksi jual beli, melainkan ada unsur interaksi manusia sebagai makhluk sosial, oleh karena itu be nice to everyone! Because we never know, mungkin orang tersebut di masa yang akan datang adalah orang yang dapat memberikan bantuan kepada kita, dan berbuat baik itu rasa-rasanya ga pernah ada ruginya yaa :)


xoxo

No comments:

Post a Comment